Laman

Minggu, 05 Mei 2013

Review film 9 Summers 10 Autumns

Hay hay .. yg nulis review filmnya bukan marsha tp temennya marsha yg namanya nurul isti , dia kepengin banget ikutan kuisnya tp karna ga punya blog makanya pinjem blognya marsha (baiknya si marsha (^.^))

Udaah pada tau dong film 9 Summers 10 Autumns?? Apa ada yg belum tau? Okeeh disini gw akan ngasih tau tentang review filmnya.. so jgn sampai ga liat n ga nonton filmnya ya #recomended banget ini film..

Film ini diambil dari kisah nyata seorang anak supir angkot yang tinggal di kota Batu, Malang, namanya Iwan Setyawan. Anak ke 3 dari 5 bersaudara yang semuanya perempuan,iwan ini anak laki-laki satu2nya, anak dr supir angkot di kota Batu. Iwan tinggal di sebuah rumah berukuran 1x6 dengan di isi 7 orang loohh (iwan, kakak dan adiknya, orangtuanya), bisa kebayang dong gimana bentuk rumahnya yg hanya punya 2 kamar tidur, 1 dapur, dan 1 ruang tamu. dan iwan ini tidur bareng kakak2nya di 1 kamar. Sampai akhirnya dia punya mimpi kalau suatu saat nanti dia akan punya kamar sendiri. Iwan belajar dengan tekun sampai2 harus bangun jam 3 pagi hanya untuk belajar. Difilm ini ibunya sempat bertanya saat liat iwan bangun pagi2 untuk brlajar (mav kalo salah, gw agak lupa tp intinya) "iwan ga takut setan?", dengan polosnya iwan jawab "iwan ga takut setan bu, iwan cuma takut miskin". so guys, apakah kita pernah berfikir demikian?? Tanyakan pada diri masing2 ^_^

Iwan anak yang cerdas, nilainya bagus2 dan juara kelas tapi sayang bapaknya tidak melihat itu, karna bagi bapaknya yang namanya anak lanang (laki2) itu ya jadi supir angkot sama seperti bapaknya. Tp iwan tdk berfikir sama dengan bapaknya. Dia terus belajar dan belajar sampai pada akhirnya dia di terima di IPB tanpa tes. Bagi iwan, ibunya dan saudara2 perempuannya itu suatu kebanggaan tp tidak bagi bapaknya. Ketika iwan memutuskan untuk tetap mengambil kuliah di IPB, bapak yang tadinya tidak setuju tiba2 menjual angkotnya untuk biaya iwan kuliah di IPB. Bayangin guys, seorang bapak yg keras bisa lembut dan membiarkan anaknya untuk maju. Sungguh bapak yang luar biasa .. ^-^d

Berangkat dr kota Batu, Malang ke IPB bogor menjadikan semangat bagi iwan untuk mewujudkan mimpinya. Iwan terus belajar dan belajar sebaik mungkin hingga setelah lulus dr IPB dengan predikat Qumlaude ya Qumlaude dan menjadi lulusan terbaik. Bisa kenayang dong guys, anak supir angkot aja bisa, kenapa kita ga, so kita harus mengikuti semangatnya.
Lulus dr IPB iwan bekerja di Jakarta, sampai pada akhirnya iwan diterima bekerja di perusahaan cabang yang berada d New York City sebagai Direktur di NYC. Selama 9 Summers 10 Autumns tinggal di NYC dan 9 kali juga mengajukan surat pengunduran diri karena dia sangat rindu keluarganya. Diakhir film iwan bertemu dengan seseorang di subway, org tersebut menanyakan "kau berasal dari mana", iwan menjawab "bukan saya berasal dari mana tapi kemana saya akan pergi" . Ya , kemana iwan akan pergi yaitu pulang ke rumahnya, berkumpul dengan keluarganya.

Dan kini, iwan bisa menwujudkan mimpinya yang dulu yaitu punya kamar sendiri. Mimpi yang hanya hal kecil namun dapat membuat hidup seseorang menjadi hebat. Tak hanya kamar sendiri, iwan pun mewujudkan mimpi2 orang tuanya.
Iwan setyawan seorang anak supir angkot yg sukses menjadi direktur di NYC, dengan semangat yg tinggi, ketekunan,cinta, dan pengorbanan yg menjadikan dia sepeti sekarang. So guys, jgn malas2an, jgn ngeluh terus tp jadikan keluh itu menjadi semangat untuk merai mimpi2 yg kita ingin capai.

Kalo ga nonton filmnya, dijamin rugiiiii ....

Dari kota apel ke the big apel ..