Laman

Jumat, 23 Desember 2011

Tips Mengetik 10 Jari

Bayangkan bila kamu harus menyelesaikan setumpuk ketikan sedang cara mengetik kamu masih mengandalkan 11 jari alias 2 jari telunjuk. Sudah pegal, makan waktu lama pula. Paling yang ada dalam pikiran membawa setumpuk ketikan itu ke rental komputer. Tinggal bayar sekian ribu dan selesai. Biarpun harus mengeluarkan krocek untuk jasa ketik, yang penting tugas selesai.
Itu artinya kamu termasuk orang yang malas. Pengenya terima beres.. Padahal jika kamu ingin mempelajarinya, mengetik bakal menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Yup…seperti pengalaman saya dulu. Melihat temen yang mengetiknya cepet banget 10 jari, jadi termotivasi buat ngalahinnya. Akhirnya saya tekad pelajarinya. Harus bisa, terbukti ga sampai 1 minggu saya sudah hapal posisi huruf2 keyboard dan ngetik tanpa harus melihat keyboad lagi, hanya melihat buku yang ingin diketik, monitorpun hanya dilirik sekali2. Karena begitu kita sudah terbiasa ngetik 10 jari, ketika ada kesalahan, reflek tau walaupun ga liat monitor.

Nah bagaimana tips jitunya mengetik 10 jari?
Tempat yg harus di tempati oleh jari2 kita adalah:

1 Dari kelingking sampai dengan telunjuk tangan kiri,,berturut-turut ditempatkan pada tuts A S D F
2. Dari telunjuk sampai dengan kelingking tangan kanan,,berturut- turut ditempatkan pada J K L
3. Tuts G dan H dikosongkan ,,karena tuts ini sebagai basis control penempatan jari qta..
4. Kedua ibu jari kita letakkan pada bilah spasi…

langkah pertama ini sebagai letak posisi jari kita ketika sedang dlam keadaan siaga..

Langkah selanjutnya adalah pembagian tugas dr stiap jri2 qta..

Banyak sumber yg mengatakan stiap jari2 kita mempunyai tugas pada tuts tertentu..agar jari2 qta tau tugasnya msing2 ketika akan mengetik.. Jangan sampe ada monopoli tugas..alias semua tuts hanya dilakukan oleh satu jari..Sudah paten untuk kenyamanan saat menekan tuts.
Tugas-Tugas Jari Untuk Mengetik 10 Jari


Inilah tugas dari jari-jari:

Tangan kiri : 
Kelingking : QA
Jari manis : WSZ
Jari tengah : EDX
Jari telunjuk : RTFGCV
Ibu jari : bilah spasi

Tangan kanan :
Kelingking : P ; .
Jari manis : O L ,
Jari tengah : I K M
Jari telunjuk : Y U H J B N
Ibu jari : bilah spasi


source :
www.apasih.com

Virus Menyerang Smartphone

Meningkatnya penggunaan smartphone dan tablet membuat para penjahat dunia maya mengalihkan target serangan. Banyak resiko yang dihadapi seperti malware mobile dan kehilangan data.Menurut Gartner, perusahan riset di bidang TI, penjualan smartphone akan melibihi 461 juta pada akhir tahun. Jumlah tersebut diprediksi melebihi pengiriman PC. Bahkan penjualan smartphoen dan tablet jika digabungkan angkanya 44% lebih besar dibanding pasar PC pada 2011.

Ledakan jumlah pengguna ini menarik perhatian penjahat dunia maya. Dan hasilnya terdapat pertumbuhan signifikan dari jumlah malware ponsel. Mulai dari malware yang hanya ingin mempermalukan penggunanya, malware yang sudah bersifat kriminal, yakni memanipulasi tagihan tarif premium, hingga malware yang mencuri informasi.

"Kecenderungannya data-data yang dicuri kemudian dijual di komunitas bawah tanah," ujar Raymond Goh, Director System Engineering Asia South Region Symantec, kemarin (15/12/2011) di Grand Indonesia, Jakarta.

Oleh Symantec, tahun 2011 dinilai sebagai tahun pertama kalinya malware ponsel dianggap sebagai ancaman bukan hanya bagi konsumer tapi juga perusahaan. (Aldy/Ghiboo.com)


sumber
www.yahoo.com

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (SIA DAN SIM)


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG 

Tugas-tugas yang dilakukan oleh komputer disebut dengan aplikasi  Pada awalnya aplikasi komputer adalah pengolahan data Sistem pengolahan data pada perusahaan terdiri dari beberapa subsistem antara lain subsistem penggajian/payroll dan subsistem persediaan/stock. Aplikasi-aplikasi tersebut dikenal dengan sistem informasi akutansi (SIA) dan sistem informasi manajemen (SIM)

BAB II
SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (SIA DAN SIM)
2.1 Sistem Pengolahan Data
Sistem yang melakukan tugas pengolahan data adalah system pengolahan data. Dalam pandangan umum, system pengolahan data adalah sama dengan system akuntansi, pandangan ini didasarkan pada kenyataan bahwan pada mulanya computer hanya diterapkan untuk tugas akuntansi dan, penggunaannya disebut pengolahan data elektronik atau EDP

* Tujuan Pengolahan Data :
Untuk mengambil informasi asli ( data ) dan darinya menghasilkan informasi dalam bentuk yang berguna
 
* Fungsi dasar Pengolahan data :
  1. Mengambil programa dan data (masukan / input) 
  2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan 
  3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan 
  4. Menyimpana hasil antara dan hasil akhir pengolahan 
  5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan. 
* Pengolahan data pada computer meliputi :
  1. Pengumpulan data, Sistem pengolahan data dirancang untuk mengumpulkan data menggambarkan tiap tindakan internal perusahaan dan menggambarkan transaksinya dengan lingkungannya. 
  2. Pengubahan data, Operasi pengubahan data mencakup : pengklasifikasian , penyortiran, Pengkalkulasian, perekapitulasian, pembandingan. 
  3. Penyimpana Data, Semua data harus disimpan disuatu tempat sampai ia diperlukan. Data tersebut disimpan dalam berbagai media penyimpanan, dan file yang disimpan disebut database 
  4. Pembuatan Dokumen, Sistem pengolahan data mengahasilkan output yang dibutuhkan oleh perorangan atau kelompok baik di dalam maupun luar perusahaan.
* Contoh Pengolahan Data
  1. Pembuatan factor penjualan, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data computer, maka operator hanya memasukkan jumlah barang yang dipesan, karean nama pelanggan, alamat, harga sudah ada dalam database dan perhitungan total sudah kitaa dapatkan dari hasil proses program. 
  2. Perhitungan upah dan gaji, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data computer, operator hanya menginput banyaknya jam kerja, lembur, bonus atau komisi, hari absen ; dan untuk kode pegawai, nama pegawai, gaji pokok, informasi perhitungan pajak pendapatan, neraca pinjaman dan informasi kumulatif lainnya sudah ada pada database dan program yang memprosesnya.
* Peranan Pemrosesan Data Dalam Pemecahan Masalah

            Pengolahan data banyak dilakukan oleh volume data yang lebih besar dari pada volume informasinya. Ada dua alas an yang pertama system pengolahan data yang benar menghasilkan output informasinya dalam bentuk laporan accounting standar yang kedua system pengolahan data yang memberikan kekayaan pada database yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah.

2.2 Sistem Informasi Manajemen

Suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dg kebutuhan yang serupa.

* Model SIM
Database berisi data yang dikumpulkan oleh SIA. Data dan informasi diisikan dari lingkungan. Database diguna kan oleh program yang menghasilkan laporan peri odik dan laporan khusus, selain itu digunakan juga oleh model matematika yg menghasilkan beragam aspek operasi perusahaan 
 
Output SIM digunakan oleh penanggungjawab pe mecah masalah dalam perusahaan, SIM tidak harus memberikan informasi pada lingkungan seperti halnya SIA.

* Konsep Sistem Informasi Organisasional 

Konsep subsistem organisasi diawali dng pengala man pengetrapan SIM yang mencakup seluruh peru sahaan, sehingga manajer-manajer di area-area ter tentu mulai juga mengetrapkan konsep tersebut se suai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Munculah sistem-sistem informasi fungsional, atau subset-subset daripada SIM yang disesuaikan dng kebutuhan masing-masing. Yang pertama menge trapkan konsep ini adalah sub sistem pemasaran 

Area manufaktur menerima pengolahan komputer dan teknologi tersebut baik untuk sistem konseptual maupun sistem fisiknya (menggunakan robot-robot untuk berproduksi) 

BAB III
KESIMPULAN 

Sistem pengolahan data atau sistem accounting memelihara dan megurus record operasi perusahaan, aplikasi tersebut dijalankan agar dapat memberikan dasar untuk mengontrol operasi perusahaan oleh manajemen dan elemennya.

Pengolahan data terdiri atas pengumpulan data,pengubahan data, penyimpanan data dan pembuatan dokumen. pengolahan data menjalankan tugas yang penting, mengikuti prosedur standart secara relatif, menghimpun data yang detail atau lengkap, mempunyai fokus historis yang utama dan memberikan informasi pemecahan masalah minimal 

SUMBER 
http://andreabsolado.blogspot.com/2010/12/sistem-informasi-berbasis-komputer-sia.html
BUKU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 

Rabu, 16 November 2011

Dasar - Dasar pemrosesan Komputer


ARSITEKTUR KOMPUTER
  • Central Processing Unit (CPU) mengendalikan semua unit sistem komputer dan mengubah input menjadi output.
  • Unit pengendalian (control unit) membuat semua unit bekerja sama sebagai suatu sistem.
  • Misalnya prosesor dan arithmetic and logic unit (ALU) merupakan tempat berlangsungnya operasi perhitungan logika serta mengolah isi penyimpanan primer.
  • Penyimpanan sekunder menyediakan tempat untuk menyimpan program dan data saat tidak digunakan.
Unit Input 
1. KEYBOARD
Memasukkan data dengan cara menekan tombol- tombol yang tepat, mirip mesin ketik yang sebagian besar dilengkapi dengan tombol tambahan.
2. ALAT PENUNJUK
• Mouse, suatu alat kecil & ringan yg memiliki suatu bola kecil dibawahnya & memiliki 1, 2 atau 3 tombol di atasnya dihubungkan ke komputer dengan suatu kabel halus.
• Trackball, suatu alat penunjuk dimana menggerakkan kursor dgn cara memutar bola tanpa memindahkan seluruh alat tsb.
• Touch screen, memasukkan data, instruksi hanya dengan menyentuh satu lokasi dilayar dengan menggunakan jari atau objek tidak transparan lain.
• Light pen, untuk menunjuk pada layar.
• Unit remote control.
3. ALAT PEMBACA OPTIS
Membaca data dengan menyinari suatu sinar terang diatas data photoelectric disebelah unit pembaca optis (scanner).
4. ALAT PEMBACA MAGNETIK
5. BERBICARA PADA KOMPUTER
  • Pengenal suara jenis speaker independent system dimana proses pengenalannya didasarkan pada bagaimana kita berbicara dari pada apa yang dikatakan.
  • Teknik inipun mampu mengenal pemakai yang berbicara dalam bahasa apapun.
PEMROSESAN PUSAT dan PENYIMPANAN PRIMER
  • Penyimpanan komputer (computer storage) ada dua bentuk dasar yaitu primer dan sekunder.
  • Penyimpanan primer biasanya disebut main memori.
  • Tehnologi IC utk menyediakan random access memori (RAM) yg digunakan utk menyimpan perangkat lunak dan data
  • Read Only Memori (ROM) untuk menyimpan material seperti intruksi pada saat komputer dinyalakan dan cache memori.
UNIT OUTPUT
Bentuk akhir dari pemrosesan komputer adalah beberapa bentuk output dan menampilkan pilihan, yaitu : yang dicetak, grafik, mikrofilm, kartu berlubang, dan yang diucapkan.
♥ Output yang ditampilkan
  • Peralatan output yg paling terkenal dgn pemakai akhir (end user) adalah Display Screen yg disebut CRT yg dikemas dgn keyboard.
  • Kelemahan dari layar tampilan yaitu : ketidak mampuan untuk menghasilkan kopi pada kertas, yang disebut Hard copy.
♥ Output yang Di Cetak
  • Peralatan output yang disebut printer menghasilkan hard copy.
♥ Output Grafik
  • Beberapa pemakai komputer pertama, seperti insinyur dan arsitek perlu untuk menghasilkan output grafik.
  • Peralatan khusus yg disebut plotter yg disambungkan dgn CPU ataupun beroperasi secara offine, dpt menghasilkan output grafik pd ukuran normal atau pd kertas yg besar.
♥ Output Mikrofilm
  • Komputer dapat menggunakan unit Computer Output Microfilm (COM) untuk menciptakan microfilm ataupun microfiche.
  • Mikrofilm viewer offine khusus digunakan untuk menampilkan dokumen yang difilmkan tersebut.
  • Microfilm printer dpt digunakan untuk menghasikan hard copy.
♥ Output Kartu Berlubang
  • Beberapa konfigurasi komputer yang lebih besar menerapkan card punch unit yang membuat kartu berlubang.
♥ Output Audio
  • Audio response unit dapat menentukan kata yang sebelumnya terekam untuk membentuk output komputer dapat didengar, sehingga bisa ditransmisikan ke seluruh saluran komunikasi.
PERANAN PERALATAN I/O DALAM PEMECAHAN MASALAH
  • Peralatan input dan output penting bagi manager terutama dalam memberikan komunikasi antara manager dengan komputer.
  • Peralatan input, seperti unit MICR dan OCR memberikan cara untuk memasukkan data kedalam database, baik ketika terjadi transaksi atau tak lama kemudian.
  • Banyak unit output yang digunakan dalam pemecahan masalah secara tidak langsung.
  • Manager akan meminta anggota staf untuk mengumpulkan informasi dari rekaman microfilm dan kemudian menampilkan ringkasannya dalam bentuk laporan tertulis.
sumber : 
L. Gaol, Jimmy. 2008. Sistem Informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta. Grasindo

Selasa, 15 November 2011

Siklus Hidup Sistem


General Systems Life Cycle (GSLC)

Merupakan fase-fase utama (general) yang terjadi pada semua sistem, baik sistem biologis, fisikal, sosial ataupun sistem lainnya. Adapun fase-fase tersebut terbagi dalam empat fase, yaitu : a. Development (introduction) b. Growth c. Maturity d. Deterioration (decline) Apabila digambarkan, GSLC akan terlihat seperti berikut : | | +---------------+\ | /: : \ | / : : \ | / : : \ | / : : \ | / : : \ | / : : | /--------+/ : : | / I : II : III : IV |/ : : : +--------------------------------------------------------------- Development Growth Maturity Deterioration Gambar 4.1 : General Systems Life Cycle (GSLC)

Information Systems Life Cycle (ISLC)

Merupakan fase-fase utama (general) yang terjadi pada sistem informasi. Adapun fase-fase tersebut terbagi dalam empat fase, yaitu : a. Systems Development (Design) b. Systems Implementation c. Systems Operation (Maintenance) d. Systems Obsolescence Apabila digambarkan, ISLC akan terlihat seperti berikut : | | +---------+\ | /: : \ | / : : \ | / : : \ | / : : \ | / : : | / : : | /--------+/ : : | / I : II : III : IV |/ : : : +--------------------------------------------- Systems Systems Systems Operation Systems Development Implementation (Maintenance) Obsalescence (Design) Gambar 4.2 : Information Systems Life Cycle

Systems Development Life Cycle (SDLC)

SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan utama, yaitu : a. Analysis b. Design c. Implementation Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan hasil kegiatannya (deliverable). Apabila kegiatan utama tersebut dijabarkan ke dalam langkah-langkah yang lebih rinci dapat digambarkan seperti berikut : +------------------------------------------------------------------+ : ANALYSIS : DESIGN : IMPLEMENTATION : +------------------------------------------------------------------+ : : +---------------+ : : +-->: Problem : : : | : Detection : : : | +---------------+ +-----------+ +-----------+ +---------> | | : | | : | | +---------------+ | : +---------+ | : +---------------+ | : Initial : | : : Output : | : : Programming / : | : Investigation : | : : : | : : test : | +---------------+ | : +---------+ | : +---------------+ +---------> | | : | | : | | +---------------+ | : +---------+ | : +---------------+ | : Requirements : | : : Input : | : : Training / : | : Analysis : | : : : | : : Other : | +---------------+ | : +---------+ | : +---------------+ +---------> | | : | | : | +---------------+ | : +---------+| : +---------------+ : Generation of : | : : Files :--+ : : System : : Alternatives : | : : : : : Change Over : +---------------+ | : +---------+ : +---------------+ | | : : +---------------+ | : : : Selection of :--+ : : : Proper System : : : +---------------+ : : Gambar 4.3 : Stages of Problem Solving Systems Development Life Cycle (SDLC) ANALYSIS Dalam tahap analisis ini, digunakan oleh analis sistem untuk : a. Membuat keputusan apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah tidak berfungsi secara baik dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem b. Mengetahui ruang lingkup pekerjaannya yang akan ditanganinya. c. Memahami sistem yang sedang berjalan saat ini d. Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisis ini adalah : 1. Problem detection a. Tujuan : Mendeteksi sistem, apabila sistem saat ini semakin berkurang manfaatnya (memburuk). b. Hasil : Laporan pendahuluan tentang permasalahan yang terjadi dalam sistem. 2. Initial investigation a. Tujuan : Memerikan sistem saat ini dengan penekanan pada daerah- daerah yang menimbulkan permasalahan. b. Hasil : Penjelasan sistem saat ini. 3. Requirement analysis (determination of ideal systems) a. Tujuan : Mendapatkan konsensus dari komunitas pemakai dari sistem informasi yang ideal. Sebuah penggantian sistem akan menimbulkan jarak antara sistem saat ini dengan sistem yang ideal (yang mengacu ke komputerisasi). b. Hasil : Penjelasan kebutuhan analisis terhadap sistem. 4. Generation of system alternatives a. Tujuan : Menggali (explore) perbedaan dari alternatif sistem dalam mengurangi jarak (gap) antara sistem saat ini dengan sistem idealnya. b. Hasil : Dokumen-dokumen tentang alternatif sistem yang akan digunakan untuk memperbaiki sistem. 5. Selection of proper system a. Tujuan : Membandingkan alternatif-alernatif sistem dengan menggunakan metodologi terstruktur, memilih alternatif sistem yang paling baik, dan menjualnya (sell) kepada management. b. Hasil : Hasil-hasil dari studi sistem. DESIGN Dalam tahap perancangan (desgin) memiliki tujuan, yaitu untuk : a. Mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini adalah : 6. Output design a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk laporan sistem dan dokumennya. b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi keluaran (output). 7. Input design a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk masukan didokumen dan dilayar ke sistem informasi. b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi masukan (input). 8. File design a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk file-file yang dibutuhkan dalam sistem informasi. b. Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi file. IMPLEMENTATION Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk : a. Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya. b. Mengimplementasikan sistem yang baru. c. Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah : 9. Programming & testing a. Tujuan : Mengkonversikan perancangan logikal ke dalam kegiatan operasi coding dengan menggunakan bahasa pemograman tertentu, dan mengetest semua program serta memastikan semua fungsi / modul program dapat berjalan secara benar. b. Hasil : Coding program dan spesifikasi program. 10.Training a. Tujuan : Memimpin (conduct) pelatihan dalam menggunakan sistem, persiapan lokasi latihan dan tugas-tugas lain yang berhubungan denganp pelatihan (buku-buku panduan sistem). b. Hasil : Rencana pelatihan sistem, modul-modul katihan dan sebagainya. 11. System changeover a. Tujuan : Merubah pemakaian sistem lama ke sistem bari dari sistem informasi yang berhasil dibangun.Perubahan sistem merupakan tanggungjawab team designer ke pemakai siste (user organization). b. Hasil : Rencana (jadwal dan metode) perubahan sistem (contract).

Daftar Pustaka

1. Davis, William S., Systems Analysis And Design : A Structured Approach, Addison-Wesley Publishing Company, 1983. 2. HM., Yogiyanto, Analisis dan Disain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.
3. http://kuliah.dinus.ac.id/ika/asi4.html

Peralatan Masukan (Input)

Peralatan input atau peralatan masukan berfungsi sebagai alat untuk memasukkan (input) data dan program ke dalam komputer untuk diproses menjadi informasi atau keluaran.Adapun jenis-jenis Peralatan masukan antara lain: keyboardmouse, pemindai (scanner),joystick, layar sentuh (touch screen), Microfon (mic), camera digitalTouchpad.


a) Keyboard
Keyboard atau papan ketik, merupakan perangkat yang sering dipergunakan didalam kegiatan sehari-hari. Karakteristik dan susunan papan ketik hampir sama dengan mesin ketik manual seperti susunan huruf QWERTY tetapi terdapat beberapa tambahan-tambahan fungsi lainnya seperti tombol Esc, F1,…,F12,Enter/Return, Ctrl, Alt, Del/Delete dan Insert.
Ada empat bagian pada keyboard yaitu typing keyfunction keycursor key, dan numerical key (keypad)Typing key berfungsi untuk mengetikkan teks atau huruf seperti layaknya mesin ketik manual. Funtion key merupakan tombol-tombol fungsi yang memiliki fungsi tertentu sesuai dengan perintah yang dijalankan. Function key ditandai dari F1,F2 sampai dengan F12. Cursor key digunakan untuk menggerakkan kursor. Numerical key atau juga dissebut keypad merupakan tombol-tombol angka yang susunan dan fungsinya seperti tombol pada kalkulator, biasanya juga disebut tombol kalkulator.
Beberapa tombol penting pada keyboard antara lain :
Ø Enter untuk mengeksekusi perintah, mengakhiri pengetikan dan pindah ke baris berikutnya.
Ø ESC tombol untuk membatalkan perintah.
Ø Backspace tombol untuk menghapus karakter / huruf di sebelah kiri kursor.
Ø Del/Delete tombol untuk menghapus karakter / huruf pada posisi kursor.
Ø Ins/Insert tombol untuk menyisipkan karakter / huruf.
Ø Ctrl dan Alt tombol yang bila ditekan bersama tombol lain akan memiliki fungsi tertentu.
Ø Shift digunakan dengan tombol lain untuk mengetikkan karakter symbol yang ada di tombol dan untuk menghasilkan huruf capital.
Ø Capslock tombol mode untuk huruf capital.
Ø Tab tombol untuk memindah kursor ke tanda tab (tabulasi).
Ø PageUp dan PageDown tombol untuk menggulung naik dan turun satu layar.
Ø Home tombol untuk mengarahkan kursor menuju pada awal baris.
Ø End tombol untuk mengarahkan kursor menuju pada akhir baris

 b) Mouse

Mouse adalah alat yang digunakan untuk menggerakkan penunujuk (pointer atau kursor) dengan cepat. Pemakaian mouse merupakan bagian penting dari Sistem Operasi yang menggunakan tampilan Grafik. Pada saat bekerja, penggunaan mouse sering dipergunakan dengan istilah Pointer (Penunjuk) berfungsi untuk memindahkan dan mengarahkan penunjuk mouse pada desktop (ruang kerja) Sistem operasi. Jika posisi mouse digeser, secara otomatis penunjuk (pointer) yang ada ditampilan layar monitor akan bergeser sesuai dengan gerakan mouse.
Mouse terdiri dari beberapa jenis seperti :
· Dual button, mouse yang terdiri dari dua tombol yaitu tombol kanan dan tombol kiri.
· Three button, mouse yang terdiri dari tiga tombol yaitu kanan tengah dan kiri.
· Scroll Button, mouse yang terdiri dari dua tombol ditambah dengan scroll yang berfungsi untuk menggulung dengan cepat.
Pada sebagian besar mouse terdapat tiga tombol, tetapi umumnya hanya dua tombol yang berfungsi, yaitu tombol paling kiri dan yang paling kanan. Pengaruh dari penekanan tombol atau yang di kenal dengan istilah “Click” ini tergantung pada obyek (daerah) yang kita tunjuk. Komputer akan mengabaikan penekanan tombol (click) bila tidak mengenai area atau obyek yang tidak penting.
Berdasarkan cara kerja untuk menggerakkan kursor, ada empat macam jenis mouse yaitu :
· Mechanical (Wheel) mouse, yaitu mouse dapat bergerak ke segala arah berdasarkan pergerakan bola kecil yang ada di dalam mouse.
· Optical mouse, yaitu mouse dengan menggunakan sensor optic.
· Laser mouse, yaitu mouse dengan teknologi laser.
· Wireless mouse, yaitu mouse tanpa kabel. Mouse ini menggunakan infra merah, gelombang radio atau Bluetooth untuk medeteksi gerakan mouse.

c) Scanner
Scanner merupakan peripheral komputer yang berguna untuk memindai (men-scan) gambar atau dokumen dalam bentuk teks di atas kertas ke dalam dokumen komputer atau file komputer.Berdasarkan cara penggunaannya, secara garis besar scannerterbagi atas 2 (dua) jenis, yaitu :

1. Hand-held Scanner, yaitu scanner yang pemakaiannya menggunakan tangan untuk menscan objek dan banyak digunakan oleh super market untuk menscan harga barang atau barcode.
2. Plat Bed Scanner, yaitu scanner yang penggunaannya dengan cara meletakkan objek yang akan discan diantara lensa dan cover. Jenis scanner ini banyak di pakai di kantor.

d) Joystick 

Joystick merupakan peralatan input tambahan yang digunakan sebagai alat bantu di dalam menjalankan program games. Joystick itu seperti tongkat yang dapat digerakkan ke segala arah sehingga leluasa dalam bermain game.

e) Touch Screen








Touch Screen atau layar sentuh yaitu teknologi baru di mana perintah-perintah didalam menjalankan aplikasi komputer dengan menekan atau menyentuh tombol perintah yang ada di monitor.

Model Sistem Umum Perusahaan & Pendekatan Sistem

PENDAHULUAN

Di dalam suatu perusahaan pastilah diterapkan system yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pengorganisasian. System juga diterapkan untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi pihak internal khususnya. 
Pada kesempatan kali ini, penulis ingin menerangkan sedikit mengenai apa itu model system umum perusahaan dan kegunaan nya bagi perusahaan. Ini dimaksudkan agar para pembaca mendapat sedikit gambaran mengenai jenis-jenis system umum yang diterapkan di suatu perusahaan.
Penulis mengakui masih banyak kekurangan dalam penulisan, namun penulis berharap agar kita sama-sama belajar dalam penulisan yang lebih baik lagi.

1. Definisi Model
Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model juga merupakan perwakilan sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity). Biasanya manajer menggunakan model untuk memecahkan suatu masalah.
2. Jenis-jenis Model
Terdapat empat jenis model diantaranya :
a. Model fisik,
b. Model naratif,
c. Model grafik,
d. Model matematika

a. Model Fisik
Adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi. Model fisik berukuran lebih kecil dari aslinya dan biasanya yang digunakan dalam dunia bisnis berupa prototype model baru. Model fisik membantu suatu tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh benda nyata. Contohnya investor pusat perbelanjaan dan pembuat mobil dapat membuat sejumlah perubahan dengan lebih murah melalui rancangan model fisik mereka dibandingkan dengan produk akhir.
b. Model Naratif
Adalah penggambarkan entitas secara lisan atau tulisan. Semua komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga model naratif merupakan model yang paling popular dan paling sering digunakan oleh pihak manajemen.
c. Model Grafik
Adalah model yang mewakili entitasnya dengan menggunakan garis, simbol & bentuk dengan sedikit penjelasan naratif. Misalnya laporan keuangan ditambah dengan grafik berwarna untuk meperjelas, flowchart, DFD dalam pembuatan database
d. Model Matematis
Adalah model yang disajikan dengan rumus matematika atau persamaan. Misalkan dalam perhitungan BEP (Break even point) menggunakan rumus BEP = TFC / P – C. keterangannya (BEP : Break Event Point, TFC : Total Fixed Cost, P : Price, C : Cost). Model ini seringkali digunakan manajemen untuk kegiatan bisnis, atau untuk prediksi, analisis dll. Karena model ini merupakan model dengan ketelitian tinggi, namun seringkali model ini juga tidak disukai karena disajikan dengan rumit. Sesuai dengan tingkat keperluannya saja maka model ini digunakan.

3. Kegunaan Model
Terdapat tiga kegunaan model diantaranya :
a. Mempermudah Pengertian
Suatu model pasti lebih sederhana daripada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan secara sederhana.
b. Mempermudah Komunikasi
Suatu model digunakan karena pada umumnya setelah pemecahan masalah manajer akan mengkomunikasikan baik hasil maupun keputusan kepada pihak-pihak yang terhubung, maka model system sangat dugunakan agar mempermudah jalur komunikasinya.
c. Memperkirakan Masa Depan
Khususnya dalam model matematika, model ini dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan,namun tidak seratus persen akurat. Karena banyak data yang dimasukkan ke dalam model biasanya didasarkan atas berbagai asumsi, manajer juga harus menggunakan pertimbangan dan intuisi untuk mengevaluasi model.
4. Model Sistem Umum
Model system umum adalah pendekatan yang dilakukan berdasarkan penggunaan komputer dalam bisnis, mencakup hal semua sistem informasi di segala jenis organisasi, dan sarana yang digunakan.
Model system umum terdiri dari system fisik dan sistem konseptual. Demikian akan dijelaskan sedikit mengenai kedua system ini.
a. System Fisik
System fisik merupakan system yang terbuka yang berhubungan dengan lingkunganya, sering diibaratkan perusahaan mengubah sumberdaya (input) menjadi produk (output).
b. System konseptual
System konseptual adalah sebagian sistem terbuka yang dapat mengendalikan operasinya sendiri. Pengendalian dicapai dengan menggunakan lingkaran yang terdapat di dalam sistem. Lingkaran tersebut dinamakan lingkaran umpan balik, lingkaran ini menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian dan sebaliknya.
Mekanisme pengendalian adalah sejenis alat yang menggunakan sinyal umpan balik untuk mengevaluasi kinerja sistem dan menentukan apakah perlu dilakukan tindakan perbaikan.
System lingkaran tersebut dibedakan menjadi 2 jenis yakni system lingkaran terbuka dan system lingkaran tertutup.
Sistem Lingkaran Terbuka adalah suatu sistem tanpa lingkaran umpan balik atau mekanisme pengendalian. Perusahaan bisnis yang menggunakan konsep ini hanya sedikit. Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan sistem terbuka, tetapi umpan balik dan mekanise pengendaliannya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Perusahaan itu mulai pada suatu jalan dan tidak pernah berganti arah. Jika perusahaan kehilangan kendali, tidak ada yang dilakukan untuk mengendalikan keseimbangan. Hasilnya adalah kehancuran sistem (kebangkrutan). Sedangkan 
Sistem Lingkaran Tertutup adalah suatu sistem yang memiliki lingkaran umpan balik dan mekanisme pengendalian. Sistem tersebut dapat mengendalikan output-nya dengan membuat penyesuaian-penyesuaian pada input-nya.

Sumber : 
santiw.staff.gunadarma.ac.id
parno.staff.gunadarma.ac.id